Jembatan Jingga




Ketika alam hendak menyapa
Tetapi wajah kerdil ini berpaling dari sapaan
Ketika langit memberikan tangan penjagaan
Tetapi tubuh ini meninggalkan penjagaan

Dunia di separuh penglihatan
Kecil, tak mampu mengimbangi pikiran picik
Dunia di separuh dermawan nya mimpi
Luasnya membunuh ribuan mahkluk kerdil

Kulalui jembatan senja
Jembatan rasionalis yang terbentang menembus mata
Kulalui jembatan senja
Jembatan penghubung rinduku dengan lembayung

Musim berganti, wajah berganti
Hujan berhenti, tangan terganti
Malam menanti, kaki menepi
Jembatan sewindu pun ku jumpai....

27, September 2014
Atikah

Komentar